Elit Lokal Palembang dan Polemik Kebangkitan Kesultanan Palembang: Menggali Sumber Sejarah melalui Manuskrip

Main Article Content

Endang Rochmiatun

Abstract

The State of Sultan Mahmud Badaruddin II's descendant (zuriat) after the Sultanate of Palembang was controlled by Dutch Colonials in the XVIII AD century, Palembang Sultanate was the center of Islamic studies in Indonesian Archipelago and was the continuity of the development of Islam in Aceh which declined in the XVII AD. In  XVIII AD ulema and intellectuals received great encouragement and attention from the Sultanate which causes the emergence of ulema writers whose works still can be read and taught in the society til now. The development of Islamic intellectuals at that time is inseparable from the role of the rulers (sultan) who ruled. The Sultan highly encouraged the ulema and intellectuals in conducting Islamic studies, especially during the reign of Sultan Mahmud Badaruddin II both nationally and internationally.


---


Keadaan zuriat (keturunan) Sultan Mahmud Badaruddin II setelah Kesultanan Palembang dikuasai Kolonial Belanda pada Pada abad XVIII M, Kesultanan Palembang  merupakan pusat kajian Islam di Nusantara dan merupakan kontinuitas dari perkembangan Islam di Aceh yang megalami kemunduran pada abad XVII M. Pada abad XVIII M tersebut para ulama dan cendekiawan mendapat dorongan serta perhatian yang besar  dari  pihak Kesultanan, sehingga muncul ulama-ulama penulis yang karya-karyanya masih tetap dapat dibaca dan diajarkan di masyarakat hingga sekarang. Berkembangnya bidang intelektual Islam pada masa itu tak lepas dari peran para penguasa (sultan) yang meme-rintah. Para Sultan sangat mendorong para ulama dan cendekiawan dalam melakukan kajian keislaman, terutama pada masa Sultan Mahmud Badaruddin II baik nasional maupun internasional. 


 


 

Article Details

How to Cite
ROCHMIATUN, Endang. Elit Lokal Palembang dan Polemik Kebangkitan Kesultanan Palembang: Menggali Sumber Sejarah melalui Manuskrip. Manuskripta, [S.l.], v. 8, n. 1, p. 107-127, july 2018. ISSN 2355-7605. Available at: <http://journal.perpusnas.go.id/index.php/manuskripta/article/view/103>. Date accessed: 18 feb. 2019.
Section
Articles

References

Akib. 1978. Sejarah Perjuangan Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang: Rhama.
Noer, Deliar. 1982. Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES.
De Faille. P. De Roo , Dari Zaman Kesultanan Palembang. tt. tp.
Garraghan, J., Gilbert, S.J. 1957. A Guide to Historical Method. New York: Fordham University Press, 1957
Gottschalk, Louis. 1957. Mengerti Sejarah. Terj. Nugroho Notosusanto. Jakarta: UI-Press.
Haryanto. 2005. Kekuasaan Elite; Suatu Bahasan Pengantar.Yogyakarta: PLOD dan JIP UGM.
Hanafiah, Djohan. 1986. Perang Palembang, 1819-1821. Jakarta: CV Pariwisata Jasa utama.
_____. 1987. Kuto Gawang: Pergolakan dan Permainan politik Dalam Kelahiran Kesultanan Palembang. Jakarta: CV Pariwisata Jasa utama.
Gadjah, Nata K.H.O dan Sri-Edi Swasono (eds), Masuk dan Berkembangnya Islam di Sumatera Selatan. Jakarta: UI Press, 1986
Peeters, Jeroen. 1997. Kaum Tuo Kaum Mudo; Perubahan Religius di Palembang 1821-1942. Jakarta: INIS, 1997
Rahim. Husni. 1998. Sistem Otoritas dan administrasi Islam,Studi tentang Pejabat Agama di Palembang. Jakarta: Logos.
Sartono Kartidirdjo. 1992. Pendekatan ilmu-ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Winsteds. 1969. A History of Classical Malay literature .Kuala Lumpur: Oxford University Press.
Woulders, M.O. Het Sultannat Palembang. tt. tp.
Zamroni. 1992. Pengantar Pengembangan Teori Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.