Kakawin Udayana: Kajian Hermeneutika atas Teks Kakawin Minor dalam Tradisi Bali

Main Article Content

Anung Tedjowirawan

Abstract

Kakawin Udayana (Udayanacarita) is a kakawin minor in Balinese tradition. Kakawin Udayana tells the life story of King Udayana (Sri Manmatamurti, Sri Kamamurti), the son of Sang Sri Satasenya, the descendant of Pandu. Prabangkara's painting led Udayana fell in love and sought to fondle Dewi Anggarawati (Dewi Anggara, Sri Sudewi), the consort of Maharaja Candrasena from Yarwanti Kingdom. As a result, Maharaja Candrasena ordered Perwira Pemberani (The Brave Officers) to trick and arrest King Udayana. Finally, King Udayana sentenced to death. The primary source of this research is Kakawin Udayana. Sĕrat Darmasarana, Sĕrat Yudayana and Adiparwa, the first part of Mahabharata, are also used as comparison and complementary materials. This research applies the theory of hermeneutics and comparative literary theory. The method used in this research is by way of proving the researcher’s various presumptions about the character of Udayana in Kakawin Udayana. Evidently, the choosing of Udayana’s character is to represent Udayana, the king of Bali who has overthrown Erlangga (Airlangga). Thus, there is a point of association connecting Kakawin Udayana (Balinese tradition) with Sĕrat Darmasarana, Sĕrat Yudayana (Javanese tradition), and Adiparwa (Indian tradition).


---


Abstrak: Kakawin Udayana (Udayanacarita) adalah kakawin minor dalam tradisi Bali. Kakawin Udayana mengisahkan kisah kehidupan Raja Udayana (Sri Manmatamurti, Sri Kamamurti), putra Sang Sri Satasenya, keturunan Pandu. Melalui lukisan Prabangkara menyebabkan Udayana jatuh cinta dan berusaha mencumbui Dewi Anggarawati (Dewi Anggara, Sri Sudewi), permaisuri Maharaja Candrasena dari Kerajaan Yarwanti. Akibatnya Maharaja Candrasena memerintahkan Perwira Pemberani untuk memperdaya serta menangkap Raja Udayana. Raja Udayana akhirnya dijatuhi hukuman mati. Bahan utama penelitian ini adalah Kakawin Udayana, dan sebagai bahan pelengkap pembanding adalah Sĕrat Darmasarana, Sĕrat Yudayana maupun Adiparwa bagian pertama Mahabharata. Dalam penelitian teori yang digunakan adalah teori hermeneutika dan teori sastra bandingan.  Adapun metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan jalan membuktikan dugaan peneliti atas berbagai asumsi yang muncul dalam pikiran peneliti tentang tokoh Udayana dalam Kakawin Udayana. Pemilihan tokoh Udayana ini rupanya dalam rangka merepresentasikan Udayana, Raja Bali yang menurunkan Erlangga (Airlangga). Dengan demikian ada titik kaitan antara Kakawin Udayana (tradisi Bali) dengan Sĕrat Darmasarana, Sĕrat Yudayana (tradisi Jawa) maupun Adiparwa (tradisi India).

Article Details

How to Cite
TEDJOWIRAWAN, Anung. Kakawin Udayana: Kajian Hermeneutika atas Teks Kakawin Minor dalam Tradisi Bali. Manuskripta, [S.l.], v. 9, n. 1, p. 25-44, sep. 2019. ISSN 2355-7605. Available at: <http://journal.perpusnas.go.id/index.php/manuskripta/article/view/128>. Date accessed: 15 dec. 2019. doi: https://doi.org/10.33656/manuskripta.v9i1.128.
Section
Articles

References

Behrend, T.E., dkk. 1989. Katalogus Naskah-naskah Museum Sonobudoyo. Yogyakarta: The Ford Foundation.
_______. 1990. Katalog Induk Naskah-Naskah Nusantara Jilid I Museum. Sonobudaya Yogyakarta. Jakarta: Djambatan.
Jayaatmaja, Manu, 2006. “Smara dan Śiva di Dahanarāyja: Konsep Dvidevatā Mpu Dharmaja dalam Kakavin Smaradahana dari Jawa Abad XII” dalam Praprosiding Seminar Mengenang 122 Tahun Prof. Dr. R.M. Ng. Poerbatjaraka. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.
Kriswanto, Agung dan Komari, 2008. Udayana, Editor: Nindya Noegraha, Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.
Palmer, Richard E, 2005. Hermeneutika, Teori Baru Mengenai Interpretasi (Cetakan II), Penerjemah: Musnur Hery & Damanhuri Muhammed, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pigeaud, T.H. 1967. Literature of Java Vol. I. The Hague, Martinus Nijhoff.
Poerbatjaraka, R. M. Ng. dan Tardjan Hadidjaja. 1957. Kepustakaan Djawa. Kolff Djakarta: Djambata
Ras, J. J., 2014. Masyarakat dan Kesusastraan di Jawa, Penerjemah Achadiati Ikram, Jakarta: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI-Yayasan Naskah Nusantara (Yanassa)-Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Shastri, N.D. Pandit, 1963. Sedjarah Bali Dwipa Jilid I, Denpasar Bali: Bhuvana Saraswati.
Setyawai, Kartika, I. Kuntara Wiryamartana, Willem van der Molen. 2002. Katalog Naskah Merapi-Merbabu Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Yogyakarta: Univeritas Sanata, Dharma.
Tedjowirawan, Anung, “Teks-teks Sumber Wayang Madya (Relasi, Konstruksi, dan Persamaan Beberapa Tokohnya Dengan Raja-Raja Jawa)” dalam Humaniora II Tahun 1995, Yogyakarta: Fakultas Sastra UGM.
____. 2003. "Perjalanan Spiritual Ronggowarsito" dalam Panjimas Edisi Oktober 2003. Jakarta.
____. 2015. "Mahabharata Versi Jawa (Sĕrat Pustakaraja)" dalam Praprosiding Seminar Naskah Nusantara: Mahabhrata Epos Kepahlawanan Sepanjang Zaman, Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, 15-16 September 2015.
Teeuw, A. 1988. Sastra dan Ilmu Sastra, Pengantar Teori Sastra, Cetakan II. Jakarta: Pustaka Jaya.
Wiryamartana, Kuntara I. 1990. Arjunawiwaha, Transformasi Teks Jawa Kuna Lewat Tanggapan dan Penciptaan di Lingkungan Sastra Jawa, Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Wojowasito, S. 1977. Kamus Kawi (Jawa Kuna – Indonesia). Malang: Pengarang.
Zoetmulder, P.J., 1983. Kalangwan, Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang, terjemahan Dick. Hartoko. Jakarta: Djambatan

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.