Berdamai dengan Perempuan: Komparasi Teks antara Naskah Al-Muāshirah dan Kitab Cermin Terus

Main Article Content

Yulfira Riza Titin Nurhayati Ma'mun

Abstract

Abstract: This paper aims to examine women and their pace in Minangkabau in the two great Minangkabau scholars’s opinion, Shekh Abdul Laṭīf Shakūr in the al Mu’ashārah and Haji Abdul Karīm Amrullāh in the Cermin Terus. Disclosure of thoughts on the two works uses hermineutic methods. Based on textual analysis of the both text, it was found that they differed in terms of technical matters such as the way to women’s dress and could have a career. Haji Abdul Karīm Amrullāh refused women to be westernized dressed and forbade women to work outside his home while Shekh Abdul Laṭīf Shakūr was more flexible in terms of Islamic dress. However, substantively such as female courtesy, women's rights and obligations in the family, both agreed to be in accordance with the Qur'an and sunnah. In essence, they want to change the mindset of Minangkabau women who are bound by adat and the matrilineal system.


 


Keywords: Women, Thought, Minangkabau, Haji Abdul Karīm Amrullāh, Shekh Abdul Laṭīf Shakūr


 


Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji perempuan dan kiprahnya di Minangkabau yang matrilineal menurut pendapat dua ulama besar Minangkabau yaitu Shekh Abdul Laṭīf Shakūr dalam manuskrip al Mu’ashārah dan Haji Abdul Karīm Amrullāh dalam Kitab Cermin Terus. Pengungkapan pemikiran terhadap kedua karya tersebut menggunakan metode hermineutik. Berdasarkan analisis tekstual dari konsep pemikiran kedua ulama tersebut, diperoleh makna bahwa kedua ulama itu berbeda pendapat dalam hal yang bersifat teknis seperti cara berpakaian wanita dan boleh/tidaknya ia berkarir. Haji Abdul Karīm Amrullāh menolak perempuan untuk berpakaian ketat dan kebarat-baratan serta melarang perempuan bekerja di luar rumahnya sedangkan Shekh Abdul Laṭīf Shakūr lebih fleksibel dalam hal berpakaian Islami asal tidak melupakan kodratnya sebagai seorang wanita. Akan tetapi, secara subtantif seperti adab perempuan, hak dan kewajiban perempuan di dalam keluarga, keduanya sepakat harus sesuai dengan Alquran dan sunnah. Intinya, keduanya ingin mengubah pola pikir perempuan Minangkabau yang terikat oleh adat dan sistem matrilineal.

Article Details

How to Cite
RIZA, Yulfira; MA'MUN, Titin Nurhayati. Berdamai dengan Perempuan: Komparasi Teks antara Naskah Al-Muāshirah dan Kitab Cermin Terus. Manuskripta, [S.l.], v. 9, n. 1, p. 113-136, sep. 2019. ISSN 2355-7605. Available at: <http://journal.perpusnas.go.id/index.php/manuskripta/article/view/134>. Date accessed: 14 dec. 2019. doi: https://doi.org/10.33656/manuskripta.v9i1.134.
Section
Articles

References

Adam, Ahmat. 2012. Suara Minangkabau: Sejarah Dan Bibliografi Akhbar Dan Majalah Di Sumatera Barat 1900-1941. Kuala Lumpur: Penerbit Universiti Malaya.
Azra, Azyumardi. 2003. Surau, Pendidikan Islam Tradisional Dalam Transisi Dan Modernisasi. Logos Wacana Ilmu. Jakarta.
Blackburn, Susan. 2007. Kongres Perempuan Pertama: Tinjauan Ulang. 1st ed. ed. Monique Soesman. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Djamal, Murni. 2002. Dr. H. Abdul Karim Amrullah: Pengaruhnya Dalam Gerakan Pembaruan Islam Di Minangkabau Pada Awal Abad Ke-20. Jakarta: INIS.
Endaswara, Suwardi. 2013. Metodologi Kritik Sastra. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Graves, Elizabeth E. 2007. Asal Usul Elite Minangkabau Modern: Respon Terhadap Kolonial Belanda Abad XIX/XX. I. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Hadler, Jeffrey. 2010. Sengketa Tiada Putus: Matriarkat, Reformisme Islam, Dan Kolonialisme Di Minangkabau. Jakarta: Freedom Institute.
HAMKA. 1982. Ayahku: Riwayat Hidup Dr. H. Abdul Karim Amrullah Dan Perjuangan Kaum Agama Di Sumatera. III. Jakarta: Umminda.
Hanani, Silfia. 2011. “Rohana Kudus Dan Pendidikan Perempuan.” Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender 10(1).
Hidayat, Ahmad Taufik, Yulfira Riza, Erizal Ilyas, and Zikra Fahila. 2014. Tafsir Sosial Ayat-Ayat Al Quran Naskah Syekh Abdul Latief Syakur. Padang.
Isnaini, Rohmatun Lukluk. 2016. “Ulama Perempuan Dan Dedikasinya Dalam Pendidikan Islam (Telaah Pemikiran Rahmah El-Yunusiyah).” Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) 4(1): 1. http://jurnalpai.uinsby.ac.id/index.php/jurnalpai/article/view/53.
Mudo, Z. Malin, Muhammad Husni, and Afdhil Fadli. 2016. Dari Minangkabau Untuk Dunia Islam: Otobiografi Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi (1860-1969). Yogyakarta: GRE Publishing.
Pradotokusumo, Partini Sardjono. 2005. Pengkajian Sastra. I. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Pramono. 2018. Khazanah Naskah Minangkabau. 1st ed. Padang: Erka.
Radjab, Muhammad. 1950. Semasa Ketjil Di Kampoeng. Jakarta: Balai Pustaka.
Ratna, Nyoman Kutha. 2006. Teori, Metode, Dan Teknik Penelitian Sastra. 2nd ed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sari, Susi Ratna. 2016. “Dari Kerajinan Amai Setia Ke Soenting Melajoe Strategi Rohana Kuddus Dalam Melawan Ketertindasan Perempuan Di Minangkabau.” Kafa’ah: Journal of Gender Studies VI(1): 93–109. http://www.kafaah.org/index.php/kafaah/article/view/148.
Wellek, Rene, and Austin Warren. 2016. Teori Kesusastraan. VI. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Zuriati. 2007. Undang-Undang Adat Minangkabau Dalam Perspekif Ulama Sufi. Padang: Fakultas Sastra Universitas Andalas.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.