Dinamika Hubungan Pemerintah Kolonial Belanda dengan Raja-raja Badung-Bali Berdasarkan Naskah Surat Perjanjian ML. 487

Main Article Content

Khopipah Indah Lestari Dewaki Kramadibrata

Abstract

Bali adalah salah satu dari beberapa wilayah di Nusantara yang belum dapat dikuasai pemerintah kolonial Belanda hingga akhir abad ke-19. Faktor internal berupa perebutan kekuasaan antarkerajaan menjadikan wilayah Bali cukup sibuk dengan peperangan dari waktu ke waktu. Tidak terkecuali dengan Kerajaan Badung. Semakin majunya kegiatan perekonomian di Badung membuat pemerintah kolonial Belanda merasa khawatir akan posisinya yang dapat diambil alih kekuatan Eropa lainnya. Berbagai pendekatan berupa perjanjian-perjanjian terus dilakukan untuk dapat menempatkan Kerajaan Badung di bawah kuasa pemerintah kolonial Belanda seutuhnya. Penelitian ini membahas salah satu perjanjian tersebut, yaitu perjanjian yang tercantum dalam naskah Surat Perjanjian ML. 487. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan Kerajaan Badung dengan pemerintah kolonial Belanda dan upaya penghapusan hak tawan karang di Kerajaan Badung oleh pemerintah kolonial Belanda. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dilakukan dengan metode penelitian filologi, yaitu pemilihan naskah, transliterasi, kemudian penelusuran latar belakang sejarah untuk membahas isi teks naskah. Hasil penelitian menunjukkan bentuk-bentuk pengaturan yang diberlakukan oleh pemerintah kolonial Belanda terhadap Kerajaan Badung, yaitu pembatasan hubungan dengan bangsa Eropa lainnya, pembongkaran benteng, pengiriman bantuan perang, dan pengembalian orang jahat kepada pemerintah kolonial Belanda. Upaya pengapusan hak tawan karang kemudian menjadi senjata utama pemerintah kolonial Belanda dalam menaklukkan Kerajaan Badung seutuhnya.

Article Details

How to Cite
LESTARI, Khopipah Indah; KRAMADIBRATA, Dewaki. Dinamika Hubungan Pemerintah Kolonial Belanda dengan Raja-raja Badung-Bali Berdasarkan Naskah Surat Perjanjian ML. 487. Manuskripta, [S.l.], v. 12, n. 1, p. 37-69, july 2022. ISSN 2355-7605. Available at: <http://journal.perpusnas.go.id/index.php/manuskripta/article/view/188>. Date accessed: 05 dec. 2022. doi: https://doi.org/10.33656/manuskripta.v12i1.188.
Section
Articles

References

Alit, Dewa Made. 2014. "Samara Pura Berdarah: Reaksi Kerajaan Klungkung Terhadap Intervensi Belanda 1849—1908." Jurnal IKIP PGRI Bali 2: 1-13.
Baried, Siti Baroroh. 1985. "Pengantar Teori Filologi." Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Behrend, T.E. 1998. Katalog Induk Naskah-Naskah Nusantara Jilid 4: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia-Ecole Française D’Extreme Orient.
Ilham, Muhammad, and Rahyu Zami. 2019. "Tawan Karang Dalam Perpolitikan Kolonial Belanda Dengan Raja-Raja Bali Berdasarkan Surat-Surat Kontrak Abad Ke- 19." Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya 13: 217-27.
Mastuti, Dwi Woro Retno. 1994. "Suntingan Naskah Surat-Surat Tanah Di Bali Abad Ke-19 Dan Fungsinya Dalam Masyarakat." In Secondary Suntingan Naskah Surat-Surat Tanah Di Bali Abad Ke-19 Dan Fungsinya Dalam Masyarakat, ed Secondary Mastuti, Dwi Woro Retno. Depok. Reprint, Reprint.
Miftakhudin. 2019. Kolonialisme: Eksploitasi Dan Pembangunan Menuju Hegemoni. Sukabumi: CV Jejak.
Mirawati, Inna. 2013. "Dari Perahu Sri Komala Hingga Puputan; Perlawanan Terhadap Pemerintahan Hindia Belanda 1906." Jurnal Sejarah Citra Lekha 17: 33-42.
Moleong, Lexy J. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Pradjoko, Didik, and Bambang Budi Utomo. 2013. Atlas Pelabuhan-Pelabuhan Bersejarah Di Indonesia. Jakarta: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Direktoral Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Purnawati, Desak Made Oka. 2012. "Polarisasi Geo Politik Kerajaan Di Bali Abad Xvi—Xx." Media Komunikasi FIS 11: 168-81.
Ramadani, Ayi Rizki, I Gusti Ngurah Tara Wiguna, and Zuraidah. 2017. "Pelabuhan Sangsit Sebagai Pusat Perdagangan Pada Masa Pemerintahan Kolonial Belanda Di Kabupaten Buleleng Abad Xix." Jurnal Humanis 20: 18-25.
Ricklefs, M.C. 2004. Sejarah Indonesia Modern 1200—2004. Jakarta: PT Ikrar Mandiriabadi.
Sunliensyar, Hafiful Hadi. 2019. "Surat-Surat Kerajaan Untuk Penguasa Kerinci: Tinjauan Terhadap Naskah Cod. Or. 12.326 Koleksi Perpustakaan Universitas Leiden." Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara 10: 163-80.
Suryadi. 2007. "Surat-Surat Sultan Buton, Dayyan Asraruddin Dan Kaimuddin I, Koleksi Universiteitsbibliotheek Leiden, Belanda." Jurnal Humaniora 19: 284-301.
Sutaba, Made dkk. 1983. Sejarah Perlawanan Terhadap Imperialisme Dan Kolonialisme Di Daerah Bali. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional.
Suwindiatrini, Komang Ayu. 2014. "Kebijakan Politik Tawan Karang Pada Masa Kerajaan Bali Kuno Dan Kolonial Belanda." Humanis.
Suwondo, Bambang. 1978. Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Bali (Proyek Penelitian Dan Pencatatan Kebudayaan Daerah). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah.
Vickers, Adrian. 2012. Bali Tempo Doeloe. Jakarta: Komunitas Bambu.
Wijaya, Nyoman. 2013. "Puri Kesiman: Saksi Sejarah Kejayaan Kerajaan Badung." Jurnal Kajian Bali 3: 33-64.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.