Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Minangkabau: Tela'ah Teks al-Manhal al-'Adhb li-Dhikr al-Qalb

Main Article Content

Syofyan Hadi

Abstract

Artikel ini memberikan bukti baru yang berbeda dengan kapan-kapan dan teori-teori para peneliti sebelumnya tentang proses masuk dan dinamika perkembangan ajaran tarekat Naqshabandiyah Khalidiyah di Minangkabau. Dalam artikel ini dibuktikan bahwa tarekat Naqshabandiyah Khalidiyah masuk dan berkembang di Minangkabau pada awai abad ke-19 M melalui kawasan pantai timur Sumatera Barat atas pengaruh dan jasa Shaykh Ismail al-Khalidi al-Minangkabawi. Artikel ini berupaya menempatkan Shaykh Ismail al-Khalidi al-Minangkabawi dalam porsi yang sesusungguhnya dalam kapasitasnya sebagai tokoh sentral ajaran tarekat Naqshabandiyah di Minangkabau

Di samping itu, artikel ini ini juga mengemukakan beberapa kenyataan dan dinamika perkembangan ajaran tarekat Naqshabandiyah Khalidiyah di Nusantara,, yaitu; Pertama} dalam hal ajaran dan praktek ritual ibadah yang diterapkan bagi. pengikut ajaran tarekat Naqshabandiyah Khalidiyah di Nusantara tidak jauh berbeda dengan apa yang dipraktekan para pengikut Naqshabandiyah Khalidiyah di kawasan dunia Islam lainnya termasuk Haramayn sebagai pusatnya. Hanya saja, pada beberapa bagian tertentu terdapat hal-hal yang merupakan modifikasi Shaykh Ismail al-Khalidi al-Minangkabawi sebagai upaya penyesuaian dengan situasi dan kondisi pengikutnya waktu itu.

Kedua, dari jaringan intelektual, tarekat Naqshabandiyah dari Haramayn hingga Minangkabau terlihat bahwa Shaykh Ismail al-Khalidi al-Minangkabawi tidak pernah memiliki murid resmi dalam artian memberikan ijazah tarekat kepada shaykh-shaykh tarekat Naqshabandiyah Minangkabau Namun, dia lebih berperan sebagai mediator" dan penghubung jaringan bagi. calon murid tarekat Naqshabandiyah dengan zawiyah Jabal Qubays yang dikelola oleh temannya Shaykh Sulayman al-Qirimi dan khalifahnya Shaykh Sulayman al-Zuhdi. Realitas bahwa semua ulama tarekat Naqshabandiyah asal Minangkabau mengambil ijazah tarekat Naqshabandiyah Khalidiyah di Jabai Qubays, dan tidak satupun yang mengambil ijazah tarekat Naqshabandiyah Muzhariyah maupun tarekat Naqshabandiyah wa-Qadiriyah adalah bukti betapa kuatnya pengaruh dan kharismatik Shaykh Ismail al-Khalidi al-Minangkabawi dalam memberikan tuntunan dan gamblengan kepada calon jamaah haji dan calon murid tarekat Naqshabandiyah asal Minangkabau yang akan menuju tanah suci.

Ketiga, semenjak awal kedatangannya di Nusantara telah terjadi polemik dan pertikaian hebat antara Shaykh Ismail al-Khalidi al-Minangkabawi dengan ulama-ulama Hadramaut seperti Salim bin Samir dan Sayyid 'Uthman al-Husayni. Pertikaian dan polemik juga terjadi antara Shaykh Ismail al-Khalidl al-Minangkabawi dengan tokoh-tokoh pengembang ajaran tarekat Naqshabandiyah cabang lainnya, yaitu dengan Shaykh 'Abd al-Azim Mandura dan Shaykh Abd al-Ghani Sumbawa, Pertikaian dan polemik Shaykh Ismail al-Khalidi al-Minangkabawi dengan ulama-ulama Hadramaut disebabkan oleh dua hal; yaitu aspek dogmatis dan kecemburuan sosial. Secara dogmatis masing-masing menuduh dan mengklaim sesat pihak lainnya. Dan secara sosial muncul ketidaksenangan ulama Hadramaut atas keberhasilan Shaykh Ismail al-Khalidi al-Minangka bawi dalam menarik para penguasa lokal untuk menjadi pengikut tarekat Naqshabandiyah Khalidiyah.

Article Details

How to Cite
HADI, Syofyan. Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Minangkabau: Tela'ah Teks al-Manhal al-'Adhb li-Dhikr al-Qalb. Manuskripta, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 123-169, dec. 2011. ISSN 2355-7605. Available at: <http://journal.perpusnas.go.id/index.php/manuskripta/article/view/21>. Date accessed: 23 may 2024. doi: https://doi.org/10.33656/manuskripta.v1i2.21.
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.