Aksareng Usadha: Kottaman dan Pangraksa Jiwa

Main Article Content

Anak Agung Gde Alit Geria

Abstract

Aksara Bali sering disebut sebagai the orthographic mysticism of Bali. Aksara Modre [suci] telah diyakini oleh masyarakat Bali, karena keutamaan [kottaman] aksaranya yang bertalian dengan bidang usadha [pengobatan tradisional Bali]. Sejumlah peneliti merasakan langsung kasiatnya, seperti para dukun [Bali: balian] hingga peneliti atau penekun lontar usadha asal luar negeri.  Kottaman [keutamaan] aksara Modre menjadi sarana penting dalam prosesi pengobatan atau penyembuhan penyakit karena diyakini memiliki keutamaan gaib atau mistik. Ada sejumlah lontar yang berkaitan dengan kottaman aksara Bali, seperti: Aji Saraswati, usadha Tantri, Tutur Swara Wyanjana, dan yang lainnya. Kottaman aksara Bali sebagai sarana usadha Bali dapat digunakan sebagai penyelamat jiwa [pangraksaning jiwa], karena kekuatan energi yang ada dalam usadhi pranawa dapat menstanakan aksara bijaksara atau modre sebagai yantra lalu di-SAS [inisiasi obat] dengan kekuatan mantra dan yoga sang balian. Hal ini didukung oleh sejumlah lontar, seperti: Ruměksa ing Wěngi, Punggung Tiwas, Wisik Warah, dan yang lainnya. Konsep penyatuan antara pikiran suci sang balian dengan aksara Bali mahottama itu, sangat penting dilakukan ketika mengobati  dengan usadhi pranawa. Hal ini identik dengan prosesi sabda tan mětu ketika menyatukan pikiran dengan sastra aji [aksara suci].

Article Details

How to Cite
GERIA, Anak Agung Gde Alit. Aksareng Usadha: Kottaman dan Pangraksa Jiwa. Manuskripta, [S.l.], v. 13, n. 1, aug. 2023. ISSN 2355-7605. Available at: <http://journal.perpusnas.go.id/index.php/manuskripta/article/view/222>. Date accessed: 18 july 2024. doi: https://doi.org/10.33656/manuskripta.v13i1.222.
Section
Articles

References

Bagus, I Gusti Ngurah. 1980. Aksara dalam Kebudayaan Bali. Denpasar: Universitas Udayana.
Hunter, Thomas M. 2005. Kompetensi Budaya dalam Globalisasi. Denpasar: Fakultas Sastra Universitas Udayana.
Kumar Ann and Jhon H. McGlynn. 1996. Illuminations The Writing Traditions of Indonesia. Jakarta: The Lontar Foundation.
Molen, W. Van Der. 1983. Javaanse Tekstkritiek een overzicht en een nieuwe benadering geillustreerd aan de Kunjarakarna. Leiden: Koninklijk Instituut voor Taal.
Nala, Ngurah. 2006. Aksara Bali dalam Usada. Surabaya: Paramita.
Palguna, IBM Dharma. 1999. Dharma Sunya Memuja dan Meneliti Siwa. Denpasar: Yayasan Dharma Sastra.
Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sedyawati, Edi. dkk. 1997. Katalog Induk Naskah-Naskah Nusantara Jilid 3A Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Penyunting T.E. Behrend dan Titik Pudjiastuti. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Sedyawati, Edi. dkk. 1997. Katalog Induk Naskah-Naskah Nusantara Jilid 3B Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Penyunting T.E. Behrend dan Titik Pudjiastuti. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Setyawati, Kartika. I Kuntara Wiryamartana, Willem van der Molen. 2002. Katalog Naskah Merapi-Merbabu Perpustakaan Nasional RI. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Teeuw, A. 1983. Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: Gramedia.
Tuuk, H.N van der. 1887-1912. Kawi Balineesch Nederlandsch Woordenboek. 4 volumes. Batavia: Landsdrukkerij.
Tunjung, I Wayan. dkk. 2005. Usada Buduh, Kaputusan Kresna, Kaputusan Resigana (Alih Aksara dan Alih Bahasa). Denpasar: Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Bali.
Zoetmulder, P.J . 1983 dan 1985. Kalangwan Sastra Jawa Kuna Selayang Pandang. Cetakan ke-1 dan ke-2. Jakarta: Djambatan.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.