Naskah-naskah Moloku Kie Raha: Suatu Tinjauan Umum

Main Article Content

Titik Pudjiastuti

Abstract

Moloku Kie Raha is a term used for referring the four local authorities in Maluku that known as Kolano: Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. As a key region in the shipping lanes during the "Silk Road" era, the presence of immigrants (Javanese, Chinese, Arab, and European) in the 14-17 centuries who brought their cultures and languages and interacted with local culture had established the local written culture. The scribe of the the Ternate sultanate said that since the past the palace also served as the scriptorium, which is where the hikayat, treaty, political documents, genealogy, and folklore which are associated with the sultanate, was written. This article is the result of codicological research that examines the physical manuscript as a focus. This research has inventoried the existence of 67 manuscripts of 12 owners that have been successfully recorded and digitized. When reading the content, the manuscripts were written about Islamic doctrines, king's letter, sufism order, hikayat, genealogy, history, laws of inheritance, horoscope, and levo-levo (amulet) while they are written in the Arabic and Jawi scripts in Arabic and Malay languages.


---


Moloku Kie Raha adalah istilah untuk menyebut empat penguasa daerah di Maluku yang disebut kolano: Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Sebagai sebuah titik penting dalam jalur pelayaran pada zaman ‘jalur sutra’, kehadiran orang asing (Jawa, Cina, Arab, dan Eropa) pada abad ke-14-17 yang membawa budaya dan bahasanya serta berinteraksi dengan budaya lokal telah membentuk budaya tulis setempat. Juru tulis kesultanan Ternate menyebutkan, bahwa sejak masa lalu istana juga berfungsi sebagai skriptorium, yakni tempat hikayat, perjanjian, dokumen politik, silsilah dan cerita rakyat yang berhubungan dengan kesultanan ditulis. Artikel ini merupakan hasil penelitian yang bersifat kodikologis dengan obyek kajian pada fisik naskahnya. Penelitian ini berhasil menelusuri keberadaan 67 naskah kuno dari 12 orang pemilik naskah yang berhasil didata dan didigitalkan. Ditilik dari isinya, naskah-naskah itu berisi tentang ajaran Islam, surat raja, tarekat, hikayat, silsilah, sejarah, hukum waris, primbon, dan levo-levo (ajimat) sedangkan teksnya ditulis dengan aksara Arab dan Jawi dalam bahasa Arab dan Melayu.

Article Details

How to Cite
PUDJIASTUTI, Titik. Naskah-naskah Moloku Kie Raha: Suatu Tinjauan Umum. Manuskripta, [S.l.], v. 6, n. 1, p. 1-10, june 2016. ISSN 2355-7605. Available at: <http://journal.perpusnas.go.id/index.php/manuskripta/article/view/62>. Date accessed: 18 july 2024. doi: https://doi.org/10.33656/manuskripta.v6i1.62.
Section
Articles

References

Amal, Adnan, M. 2010. Kepulauan Rempah-Rempah Perjalanan Sejarah Maluku Utara 1250-1950. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Atjo, Ruslan Andi. 2009. Peninggalan Sejarah di Pulau Ternate dan Portugis di Ternate. Rangkaian Peristiwa dan Peperangan.
Christomy, Tommy. 2004. Sastra Melayu Lintas Daerah, Jakarta: Balai Pustaka dan Badan Bahasa.
Kamarullah, Dede Djamal. 2015. Kesultanan Bacan Dalam Sejarah, ed. Daud Djubedi, Yogyakarta: Genta.
Ensiklopedi Nasional Indonesia. 2004. Jakarta: Delta Pamungkas.
Frassen, Ch.F., van. 1987. Ternate, de Molukken en de Indonesische Archipel, Van Soa-organisatsie an vierdeling. Een Studie van tradisionele samenleving en culture in Indonesish . 2 Vols. Disertasi Universitas Leiden.
Hannah, Willatrd, A. & Des Alwi. 1996. Ternate dan Tidore: Masa Lalu Penuh Gejolak, Banda Naira.
Hidayatullah M. Syah. 2005. “Sultan Jailolo: Melengkapi Kesempuranaan Moloku Kie Raha” dalam Moloku Kie Raha Dalam Perspektif Budaya dan Sejarah Masuknya Islam, Jakarta: Himpunan Pelajar Mahasiswa Ternate.
Lapian, A.B. 1994. Bacan and the early of North Maluku, dalam Halmahera and Beyond Social Science research in the Moluccas. Proceedings 1, ed. Leontine E. Visser, Leiden: KITLV Press.
Leirissa, R.Z. 1990. Masyarakat Halmahera dan Raja Jailolo studi tentang sejarah Masyarakat Maluku Utara, Disertasi Universitas Indonesia, Jakarta.
Muridan, Widjojo. 2013. Pemberontakan Nuku Persekutuan Lintas Budaya di Maluku-Papua Sekitar 1780-1810, Depok: Komunitas Bambu.
Poesponegeoro, Marwati Djoened et.al. 1990. Sejarah Nasional Indonesia, Vol VIII, Jakarta: Balai Pustaka.
Ricklefs, M.C. 1993. History of Modern Indonesia Since C. 1300, second edition.
Macmillan.
Ridwan Daro. 2015. Ajaran Moral Adat dan Budaya Orang Ternate, Ternate: Lembaga Penerbitan Universitas Khairun.
______. 2005. “Kesultanan Jailolo Sebagai Mata Rantai. Empat Kesultanan Beasar Moloku Kie Raha Dalam Membina Umat Manusia ke depan Melalui Pendekatan Adat, Budaya, dan Bangsa” dalam Moloku Kie Raha Dalam Perspektif Budaya dan Sejarah Masuknya Islam, Jakarta: Himpunan Pelajar Mahasiswa Ternate.
Titik Pudjiastuti. 1997. Ternate sebagai Bandar di Jalur Sutra. Kumpulan Makalah Diskusi.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.